Sunday, February 7, 2016

Bagian Satu

Posted by Karimashita at 4:19 PM
u think? 
Selamat sore, miss..

Menunggu banyak malam hingga akhirnya aku memiliki keberanian lagi untuk menemuimu lagi, diujung semua lantunan kalimat penuh kejujuran ini..
Sudah terlalu banyak tikungan yang aku lewati hingga aku menyadari bahwa ternyata tidak ada banyak hal diluar sana dibandingkan dengan apa yang bisa aku temukan di dalam kepalaku sendiri.

Tahukah kau? Hati bodoh ini telah mempermalukan otakku lagi. Maafkan aku yang terkadang terlalu menikmati menyangkal semua logika yang kau coba sampaikan, miss.. Sekali saja, maafkan kebodohan hati ini yang penuh kemunafikan. Manusia tidak pernah bisa dimengerti.
Jika saja, satu titik yang tidak terlalu berwarna itu tidak muncul, semua nya akan baik-baik saja bukan, miss?

Jika saja, kau melatihku lebih keras, mungkin aku tidak akan mudah ditaklukkan oleh hati. Sekali lagi, miss.. manusia itu tidak bisa ditebak, aku menjadi sangat menyebalkan ketika mencoba menebak diriku sendiri dalam semua sisi kemanusiaan ini. Dan anehnya adalah, aku merasa mulai memiliki sisi kemanusiaan, miss..

Sore ini, miss.. aku menemukan hal baru. Matahari tidak menyukai kulitku. Nampaknya logika yang kucoba masukkan dalam kotak ini terlalu banyak. Hingga mataharipun terlihat dendam pada mataku yang penuh selidik ini, dia menghukum kulitku. KULITKU SENSITIF, miss.. bayangkan betapa menyiksanya.
Banyak jenis manusia yang aku temui disini, dan aku yakin, kau akan merasa sangat senang mendengarkan ceritaku tentang mereka.

Harus mulai darimana ya?

Hmm..

Oh iya, seorang garis lurus ini, dia menyebalkan miss, gerak-geriknya seakan dia adalah pusat dari bumi. Dia menyebalkan seperti tomat busuk di dalam burger yang empuk. Tapi, semua orang akan tetap melihat tomat disitu miss, warna nya mencolok bukan?

Dia selalu menceritakan bagaimana dia bernafas, bagaimana oksigen menjadi penting karena dia yang menggunakan nya untuk bernafas.

Dia juga menceritakan bagaimana petir menjadi sangat kuat, karena dia yang menggunakannya untuk menakuti anak kecil. IYA. Anak kecil. Betapa bodoh nya dia.

Kau tahu, miss? Aku bisa saja memasukkan kepalanya yang kecil itu kedalam kotak sepatuku dan membuangkan nya ke antartika. Tapi tidak, kasihan semua beruang baik hati disana.

Suatu hari miss, mungkin dia akan kuperkenalkan denganmu. Dan aku yakin kau akan sangat muak dengan manusia itu. Sama muaknya dengan aku. Aroma tubuh nya arogan dan sangat mendominasi, mengintimidasi logika, mendorong keinginan untuk menusuk jantungnya.


Miss.. I’ll see you soon, okay?

1 comments:

Anonymous said...

Hei...

angkasa setya...

Post a Comment

 

karimashita ♥ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea