Monday, November 10, 2014

Cara Hidup Menurutku

Posted by Karimashita at 12:11 PM
u think? 
2 comments
Aku melihat ketakutanku atas banyak hal. Hal-hal yang mungkin akan dianggap remeh oleh sebagian besar manusia di bumi ini. Aku melihat banyak gambar buram tentang satu atau dua langkah di depanku. Entah itu akan terlihat seperti kabut atau memang jalanan gelap di depan sana.

Semua kekuatan di dalam genggamanku, semua adrenalin yang tidak pernah berhenti mengalir dari kepala hingga kakiku, semua motivasi yang membuat dadaku berdetak sangat kencang hingga kehilangan ritme.
untuk apa semua ini? apakah ini bagian dari hidupku untuk membuatku tetap waras dalam ke-positifan hidup? atau ini adalah tolak ukur dari hal yang mungkin akan tidak bisa aku dapatkan?

Aku tidak gila, hanya merasa perlu untuk memahami dunia ini. melihat betapa dunia memahamiku, memberikan banyak ujian yang membuatku kuat, membuat banyak debu untuk membuatku lebih membuka mata. Badai yang berhenti hanya saat aku berkata, aku siap untuk badai yang lebih lama. 

Aku tidak akan berkata bahwa aku siap untuk jalanan terjal yang lebih panjang, karena aku tidak ingin ini berhenti. Semua latihan yang aku lakukan tiap hari, aku tidak ingin itu berhenti. Aku ingin bisa terbang, hingga benar-benar merasakan awan yang dingin dan basah. Aku mau angin terus mengamuk hingga nanti semua awan mengenal namaku. Aku juga ingin bisa menyelam ke samudra luas, aku ingin semua ikan hiu dan paus bernyanyi akan namaku, atau mungkin lumba-lumba akan membuat sonar yang mengartikan kehadiranku. Kode alam atas nafas dalam hidupku.

Aku juga ingin berlarian seperti rusa emas para legenda, yang berpindah alam hingga tidak ditemukan, dibalik air terjun yang penuh majis. Aku ingin merasakan suara malaikat yang menyanyikan lagu merdu untuk para penjelajah dunia yang berhasil. Aku hanya ingin jalan yang lebih panjang, kaki yang lebih kuat, pundak yang lebih tangguh.

Sunday, November 9, 2014

Masa-Masa yang Hilang

Posted by Karimashita at 2:17 PM
u think? 
0 comments


Mereka bertanya tentang apa yang hilang dari kemanusiaan di jaman ini. Aku ingin menjawabnya, banyak sekali jawaban yang akan aku utarakan kepada mereka, menjelaskan tentang semua hal yang salah terjadi saat ini. Aku ingin menjelaskan kepada mereka tentang semua suara yang tertahan saat ini di bawah tanah.

Untuk beberapa saat, aku mengambil nafas panjang. Kulihat mereka menatapku tajam, terlihat jelas bahwa mereka sangat menantikan jawaban dariku. Melihat wajah mereka yang teduh, seketika lidahku terasa kelu. Sulit sekali mencemarkan keindahan yang ada di dalam diri mereka dengan cerita buruk yang akan aku sampaikan.

Satu nafas panjang lagi, aku hembuskan perlahan dan berat. Mereka kembali menanyakan padaku tentang apa jawabanku. Aku mengangguk. Aku mengerti bahwa pada akhirnya aku akan bercerita.

Dan ini lah aku mulai bercerita…

Kalian ingat, apa yang sangat menarik dari anak-anak kecil? Saat mereka tertawa, berlari, bermain, dan berbahagia setiap saat. Mereka berteman dengan alam dan sesamanya, mereka berbagi senyuman dengan bumi dan malaikat. Saat ini, mereka tidak berlari dan tertawa. Mereka hanya berputar-putar di lingkaran yang sama dengan yang dipaksakan untuk mereka lihat. Tangan mereka menjadi menakutkan, mereka tidak tersenyum dengan sesamanya, mereka memukul dan menyakiti, mereka mencela dan mencaci sesamanya. Dulu, aku mengingat anak-anak kecil yang menyayangi teman-temannya seperti mereka menyayangi kakak dan adiknya di rumah, saat ini mereka tidak lagi menyayangi dengan cara yang sama, mereka menyayangi fisik sesamanya, mereka mengikatkan diri satu sama lain dengan cara yang sama dengan yang dilakukan orang dewasa. Mereka berbicara dan berkelakuan seolah-olah mereka adalah orang dewasa. Mereka tidak lagi membuat embun pagi menyejukkan bunga-bunga.

Kalian ingat dengan remaja-remaja saat lampau? Mereka belajar untuk berbagi, menjelajahi dunia dewasa yang segera akan menjadi dunia mereka. Mereka berlari kencang menggapa hal-hal indah yang mereka rencanakan untuk masa depan. Di jaman ini, remaja berkeliaran, saling menyakiti satu sama lain. Remaja tidak berlarian mengejar cita-cita mereka, melainkan berlarian mengerjar teman-teman mereka dan memukulnya, menyakitinya, dan membunuhnya. Mereka pikir, mereka adalah raja dari semua kebenaran, semua hal diluar kebenaran mereka adalah kesalahan. Mereka membentak orang tua mereka, menyekap orang tua mereka hanya untuk membiarkan mereka ada di dunia tanpa batas tanpa garis penjaga.

Bagaimana dengan orang dewasa? Mereka semua tidak pernah berhenti dan bernafas sejenak. Mereka berlomba demi uang, uang adalah pencapaian hidup menurut mereka. Orang-orang dewasa itu menganggap segalanya akan mereka dapatkan dengan uang. Mereka pergi dari subuh buta hingga malam gelap menghampiri. Mereka tidak menikmati apapun selain uang. Mereka tidak menginginkan keluarga yang bahagia, mereka tidak butuh bercerita dengan anak-anak mereka. Mereka tidak menginginkan makanan-makanan hangat yang enak tiap minggu pagi, mereka hanya makan uang, bercerita tentang uang, dan bersenda gurau dengan uang. Mereka membiarkan para anak kecil menjadi jahat, karena mereka pikir kebaikan hanya milik uang. Mereka membiarkan para remaja menjadi kasar, karena mereka pikir kelembutan hanya tercipta dari uang. Mereka melupakan banyak hal.

Lalu dengan para orang tua yang renta, mereka hidup di keadaan yang menyedihkan. Mereka melewatkan semua kesempatan untuk membuat dunia menjadi lebih baik. Saat mereka melihat anak kecil yang tersiksa, mereka terlalu menikmati indahnya menjadi remaja. Saat mereka melihat remaja sadis yang saling menyakiti, mereka terlalu menikmati uang. Saat mereka menjadi orang dewasa dengan uang yang banyak, mereka terlalu lama menikmati hingga mereka kaku dan di telan tanah.

Beginilah jaman ini memperlihatkan rupanya kepadaku. Aku akan meminta maaf kepada kalian, yang terlalu lama menghilang sehingga kita semua merindukan jaman yang lama. Saat semua hati adalah hati yang lapang, saat tawa dan senyum adalah air di padang pasir, saat jiwa terisi dengan kasih sayang. Aku juga merindukannya, sebanyak kalian.

Wednesday, November 5, 2014

People and their expectation of life

Posted by Karimashita at 4:29 PM
u think? 
0 comments
I wanna talk about something bothering my mind. Pernahkah anda melihat video clip  Beyonce – Pretty Hurts, jika belum pernah, silahkan klik link berikut ini https://www.youtube.com/watch?v=LXXQLa-5n5w
Di video itu, ada seorang MC yang menanyakan hal seperti ini “What is your aspiration in life?”
Lalu, beyonce menjawab “My aspiration in life would be, to be HAPPY”.

Okay well, to be honest, mungkin sebagian orang akan mengira, apa bagusnya punya cita-cita seperti itu? Tapi, saat pertama kali saya melihat video tersebut, saya tersenyum lama, cukup lama hingga akhirnya saya berpikir bahwa, akhirnya ada yang bisa mengeluarkan statement yang exact same seperti yang saya pikirkan selama ini.

Banyak sekali orang yang saya temui selama ini, mereka memiliki banyak pemikiran tentang hidupnya dan apa yang akan dilakukan nanti saat mereka dewasa, saat mereka lulus kuliah atau saat mereka sudah berumur sekian dan sekian, kebanyakan mereka berpikir tentang pencapaian-pencapaian tentang hidup. Mereka tinggal di ekspektasi yang diciptakan oleh lingkungan dan akhirnya itu menjadi ekspektasi mereka sendiri. Mereka ingin bekerja di sini, di sana, seperti ini, seperti itu, dan sebagainya, mereka lupa bahwa mereka adalah manusia yang tercipta dengan maksud yang lebih besar dari semua itu. Bukankah TUHAN tidak mungkin se-simple itu?.

Mereka terbatasi oleh ruang, waktu, masa lalu, masa kini, masa depan, orang-orang, dan EKSPEKTASI. Mereka berfikir bahwa bahagia adalah bersenang-senang, uang, kekasih yang baik, sahabat-sahabat yang banyak,keluarga yang sempurna atau hal lain. Menurut saya, itu menyenangkan, itu membuat senang, tapi senang adalah bagian dari kebahagiaan, bukan kebahagiaan itu sendiri.
Semakin besar kita membuat kotak tentang ekspektasi, semakin besar pula kita membuat lubang untuk mengubur kebahagiaan kita. Kita menjauhkan diri dari menjadi diri sendiri yang berbahagia.

Lalu apa inti dari semua ini?

Intinya adalah, lakukan semua yang ingin anda lakukan dan berbahagialah. Semua bukan berarti anda tidak punya batasan. Karena tidak terbatas juga bagian dari ekspektasi, menurut saya. Ada cara yang dibuat memang seperti itu seharusnya, misalnya seperti keimanan anda terhadap TUHAN, hal seperti ini tidak bisa anda langgar batasannya. Karena seperti sebuah kelahiran, anda tidak bisa meminta untuk dilahirkan atau tidak, tapi anda bisa memilih untuk hidup seperti apa yang anda inginkan.


Berbahagialah, trust me, I’ve enough knowing jika hidup terlalu menyedihkan jika tidak berbahagia. Uang, fasilitas, dan semua hal-hal itu came as rewards. Enjoy your rewards, but BE HAPPY no matter what. Semua rewards itu adalah bonus untuk kehidupan anda, itu bukan tujuan hidup anda. Jadi saya rasa, saat anda menjadikan reward itu sebagai tujuan hidup anda, anda akan menjadi manusia yang tidak berbahagia. Jangan pernah mengkhawatirkan apa yang mungkin dan akan orang katakan tentang anda, karena sebaik apapun anda, mereka akan menemukan hal buruk untuk dikatakan. Jika anda berbahagia dengan diri dan hidup anda, saya rasa semua orang yang anda sayangi dan anda pedulikan juga akan bahagia, karena hukum alam itu adalah seleksi yang paling adil.

Saya tidak sedang berusaha memotivasi atau menasehati anda tentang sesuatu, saya hanya berbagi tentang suatu hal yang bisa kita pikirkan bersama. Be HAPPY.
 

karimashita ♥ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea