Monday, February 8, 2016

Bagian Dua

Posted by Karimashita at 9:08 PM
u think? 
0 comments
Dear you, miss…

Sepertinya aku benar-benar harus keluar dari tempat ini. Oksigen nya semakin berkurang, cahaya matahari nya makin merah. Bukankah matahari seharusnya berwarna jingga?

Tempat ini membahayakan miss, aku rindu pulang kerumahmu. Aku rindu memainkan semua alat musik bisu yang kau miliki, semua nya kau tumpuk jadi satu di gudang kuning penuh jendela. Aku suka suasana gudangmu, penuh keceriaan seperti sebuah kue bolu keju di sore hari. Lembut, gurih, manis, dan kuning.

Ingatkah pada balon udara berbentuk lonjong yang biasa kita tiup dan kita ledakkan dengan ujung jarum? Lonjong seperti tubuh berang-berang. Kau selalu berkata, berang-berang tidak bertubuh lonjong. Tapi bagiku, berang-berang berbadan lonjong dan well, lonjong.

Aku ingin kembali menceritakan tentang seseorang ini miss, badan nya seperti bunga bakung, penuh.
Dia selalu mengingatkanku untuk pulang. Mengingatkan tentang rumah, menurutnya, suatu saat aku akan menemukan waktu untuk pulang. Selalu menemukan alasan untuk pulang. Tidak masuk akal ya, miss? Entah pulang ke rumah mana yang dia maksud, aku kan sudah lama tersesat, sudah lama sekali tidak berfikir untuk mencari jalan pulang, tapi dia selalu mengawasi malam dan pagi ku, menanamkan racun-racun untuk membuatku merasa rindu

Rindu adalah suatu perasaan yang tidak masuk akal. Mereka bilang, jika aku merasakan rindu, aku akan kalah berperang. Aku tidak suka kekalahan miss. Kekalahan dan rindu hanyalah pelengkap dalam suatu cerita agar terlihat menarik, tapi aku tidak sedang bercerita, aku tidak bisa merasakan kerinduan, tidak mau merasakan kekalahan.

Kembali ke ceritaku tentang si bunga bakung itu y?

Dia sepertinya memiliki kadar hati lebih banyak dari pada bunga-bunga lainnya. Meliriknya saja aku sudah merasakan kehangatan pelukannya, miss..
Luar biasa bagaimana tubuh serapuh itu bisa menahan perasaan sebanyak ini. Aku saja tidak bisa. Aku dikalahkan oleh bunga bakung? Oh tidak.. bunga bakung itu terlalu menghabiskan banyak tempat untuk hatinya, logika nya tumpul, miss. Kasihan kan?

Aku berani bertaruh, dia pasti merasa sangat iri padaku, dengan semua kecerdasan dalam kepalaku ini. Aku yakin. Itulah mengapa aku tidak kalah darinya, dia yang perlu merasa malu padaku. Dia kalah.

Semua pelukan yang dia dapatkan dari luapan perasaan hiperbola nya itu, tidak bisa menandingi kebanggaanku atas kecerdasan luar biasa yang aku miliki. 
Eh, maksudku, kau miliki, miss.

Sampai jumpa lagi ya miss, aku sedang mencoba mengorek celah jendela diruangan ini, mulai pengap dan bau.

Dah.

Sunday, February 7, 2016

Bagian Satu

Posted by Karimashita at 4:19 PM
u think? 
1 comments
Selamat sore, miss..

Menunggu banyak malam hingga akhirnya aku memiliki keberanian lagi untuk menemuimu lagi, diujung semua lantunan kalimat penuh kejujuran ini..
Sudah terlalu banyak tikungan yang aku lewati hingga aku menyadari bahwa ternyata tidak ada banyak hal diluar sana dibandingkan dengan apa yang bisa aku temukan di dalam kepalaku sendiri.

Tahukah kau? Hati bodoh ini telah mempermalukan otakku lagi. Maafkan aku yang terkadang terlalu menikmati menyangkal semua logika yang kau coba sampaikan, miss.. Sekali saja, maafkan kebodohan hati ini yang penuh kemunafikan. Manusia tidak pernah bisa dimengerti.
Jika saja, satu titik yang tidak terlalu berwarna itu tidak muncul, semua nya akan baik-baik saja bukan, miss?

Jika saja, kau melatihku lebih keras, mungkin aku tidak akan mudah ditaklukkan oleh hati. Sekali lagi, miss.. manusia itu tidak bisa ditebak, aku menjadi sangat menyebalkan ketika mencoba menebak diriku sendiri dalam semua sisi kemanusiaan ini. Dan anehnya adalah, aku merasa mulai memiliki sisi kemanusiaan, miss..

Sore ini, miss.. aku menemukan hal baru. Matahari tidak menyukai kulitku. Nampaknya logika yang kucoba masukkan dalam kotak ini terlalu banyak. Hingga mataharipun terlihat dendam pada mataku yang penuh selidik ini, dia menghukum kulitku. KULITKU SENSITIF, miss.. bayangkan betapa menyiksanya.
Banyak jenis manusia yang aku temui disini, dan aku yakin, kau akan merasa sangat senang mendengarkan ceritaku tentang mereka.

Harus mulai darimana ya?

Hmm..

Oh iya, seorang garis lurus ini, dia menyebalkan miss, gerak-geriknya seakan dia adalah pusat dari bumi. Dia menyebalkan seperti tomat busuk di dalam burger yang empuk. Tapi, semua orang akan tetap melihat tomat disitu miss, warna nya mencolok bukan?

Dia selalu menceritakan bagaimana dia bernafas, bagaimana oksigen menjadi penting karena dia yang menggunakan nya untuk bernafas.

Dia juga menceritakan bagaimana petir menjadi sangat kuat, karena dia yang menggunakannya untuk menakuti anak kecil. IYA. Anak kecil. Betapa bodoh nya dia.

Kau tahu, miss? Aku bisa saja memasukkan kepalanya yang kecil itu kedalam kotak sepatuku dan membuangkan nya ke antartika. Tapi tidak, kasihan semua beruang baik hati disana.

Suatu hari miss, mungkin dia akan kuperkenalkan denganmu. Dan aku yakin kau akan sangat muak dengan manusia itu. Sama muaknya dengan aku. Aroma tubuh nya arogan dan sangat mendominasi, mengintimidasi logika, mendorong keinginan untuk menusuk jantungnya.


Miss.. I’ll see you soon, okay?
 

karimashita ♥ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea